Sabtu, 21 Oktober 2017

Pemprov Papua kaji Pergub Ekonomi Kerakyatan OAP

id Pemprov Papua kaji Pergub Ekonomi Kerakyatan OAP, KAPP
Pemprov Papua kaji Pergub Ekonomi Kerakyatan OAP
Pengurus KAPP berpose bersama jajaran Pemprov Papua usai melakukan pertemuan terkait pembahasan draf pergub ekonomi kerakyatan OAP di Gedung Sasana Karya Kantor Gubernur Dok II Jayapura, pada Senin (9/10) (Foto: Antara Papua/Hendrina Dian Kandipi)
Nantinya pemerintah daerah akan melakukan pertemuan secara internal, lalu kembali bertemu dengan KAPP
Jayapura (Antara Papua) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua masih akan melakukan pengkajian terhadap draft peraturan gubernur (pergub) ekonomi kerakyatan orang asli Bumi Cenderawasih (OAP) yang diusulkan oleh Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP).

Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Papua Elia Loupatty, di Jayapura, mengatakan pihaknya tidak bisa menyatakan setuju atau tidak, akan tetapi harus mengkaji hal ini secara baik.

"Nantinya pemerintah daerah akan melakukan pertemuan secara internal, lalu kembali bertemu dengan KAPP," katanya.

Menurut Elia, pemprov sendiri memandang kehadiran KAPP sangat bagus untuk kebangkitan ekonomi pengusaha Orang Asli Papua (OAP).

"Apa yang menjadi keinginan KAPP sudah disampaikan dan telah dipelajari sebagian, di mana ada beberapa pokok yang akan menjadi catatan untuk pemerintah daerah berdiskusi tersendiri," ujarnya.

Dia menjelaskan dalam pertemuan antara Pemprov Papua dan KAPP, pemda sudah menjelaskan apa yang harus dikerjakan dan KAPP kerjakan sehingga tidak seluruhnya harus dikerjakan pemerintah.

Sebelumnya, KAPP mendorong pemprov setempat untuk segera membahas draft peraturan gubernur (pergub) mengenai kebangkitan ekonomi masyarakat Papua.

Ketua Umum KAPP Pusat Merry C. Yoweni mengatakan draft pergub ekonomi kerakyatan yang digagas oleh pihaknya terkait dengan pemberian tiga persen dana otonomi khusus kepada pengusaha asli Papua, dikarenakan tahun depan kemungkinan tidak ada lagi penggelontoran dana hibah. (*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga