Kamis, 24 Agustus 2017

Pertamina bantu 21 sekolah di Ambon

id Pertamina bantu 21 sekolah di Ambon
Pertamina bantu 21 sekolah di Ambon
Area Manager CSR Pertamina MOR VIII Syarifuddin (Foto: Antara Papua/Dhias Suwandi)
21 sekolah kta dukung sarana komputer dalam rangka mendukung siswa-siswi dalam menhadapi UNBK, diharapkan di 2018 mereka sudah lebih siap
Jayapura (Antara Papua) - Manajemen PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VIII Maluku-Papua membantu 21 sekolah di Kota Ambon, Provinsi Maluku, untuk menunjang fasilitas kegiatan belajar mengajar sekaligus mempersiapkan diri menghadapi Ujian Nasonal Berbasis Komputer (UNBK).

"21 sekolah kta dukung sarana komputer dalam rangka mendukung siswa-siswi dalam menhadapi UNBK, diharapkan di 2018 mereka sudah lebih siap," ujar Manajer CSR dan SMEPP Pertamina MOR VIII Syarifuddin di Jayapura, Rabu.

Ia menjelaskan bantuan ini masuk dalam program kepedulian sosial (CSR) dan SMEPP (small medium enterprise-scale partnership program) Pertamina yang memprioritaskan bidang pendidikan dan kesehatan.

"Di samping itu ada beberapa sekolah yang mebelernya sangat memprihatinkan sehingga perlu dibantu agar anak-anak ini lebih nyaman," kata dia.

Menurut di, jumlah bantuan komputer yang diberikan berbeda-beda, disesuaikan dengan hasil analisa dan evaluasi tim Pertamina, serta disesuaikan dengan kebutuhan sekolah.

Syarifuddin menambahkan selain di Ambon, program serupa juga di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua.

"Ada lima sekolah yang sudah kita survey termasuk salah satunya sekolah yang rubuh tertimpa pohon sejak dua bulan yang lalu tapi sampai sekarang belum ditindak lanjuti oleh instansi terkait," ujarnya lagi.

Dia menekankan bahwa kini Pertamina merasa perlu untuk aktif membantu meningkatkan mutu pendidikan yang disertai dengan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

"Program CSR Pertamina MOR VIII fokus untuk membantu dibidang kesehatan dan pendidikan. DUa bidang ini adalah dua hal yang saling berkaitan, bagaimana kita mau meningkatkan pendidikan sementara kesehatan sangat perlu perhatian," kata Syarifuddin. (*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga