Sabtu, 24 Juni 2017

Kapolres dan Dandim Jayawijaya menemui warga yang palang jalan

id Kapolres dan Dandim Jayawijaya menemui warga yang palang jalan, Papua
Kapolres dan Dandim Jayawijaya menemui warga yang palang jalan
Kapolres Jayawijaya AKBP Tan Pieter Reba bersama Dandim 1702/Jayawijaya saat tatap muka dengan warga yang memalang jalan. Tampak di belakang kapolres adalah pohon yang ditebang untuk menghalangi akses lalu lintas di jalan umum. (Foto: Antara Papua/Marius Frisson Yewun)
Mereka tidak terima karena selokan di sana tidak diperbaiki (ditinggikan) sehingga air selalu meluap ke perumahan, akhirnya mereka lakukan aksi palang dengan menebang dua batang pohon guna menghalangi kendaraan yang lalu lalang, tetapi palang itu sud
Wamena (Antara Papua) - Kapolres Jayawijaya AKBP Yan Pieter Reba dan Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Lukas Sadipun langsung menemui kelompok warga yang melakukan aksi palang di Jalan Irian, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, karena mengganggu arus lalu lintas.

Setelah menemui kelompok warga yang palang jalan, pada Jumat, Kapolres Jayawijaya AKBP Yan Pieter Reba mengatakan pihaknya telah meminta warga untuk tidak melakukan hal itu, dan akhirnya mereka bersedia membuka palang.

Menurut dia, warga memalang jalan itu karena mereka terkena dampak dari luapan air setelah hujan yang terjadi pada Kamis (20/4) pukul 03.30 - 05.20 WIT.

"Mereka tidak terima karena selokan di sana tidak diperbaiki (ditinggikan) sehingga air selalu meluap ke perumahan, akhirnya mereka lakukan aksi palang dengan menebang dua batang pohon guna menghalangi kendaraan yang lalu lalang, tetapi palang itu sudah dibuka," kata Yan Reba.

Menurut kapolres, sudah dibangun koordinasi juga dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memberikan penanganan sementara sebab bahan makanan warga seperti beras ikut terendam air.

Setelah memantau permukiman warga, kata dia, memang dinas terkait perlu menindaklanjuti keluhan warga dengan melakukan perbaikan saluran air, sebab jika tidak maka setiap hujan pasti masyarakat terkena dampak.

"Saya rencanakan besok kami akan lakukana operasi terpadu Polri dan TNI serta masyarakat untuk mengantisipasi akibat banjir itu," katanya.

Berdasarkan informasi dari anggota kepolisian, lanjut dia, beberapa ruas jalan di pusat kota juga tergenang air akibat sampah menutupi saluran air dan diharapkan warga ikut menjaga kebersihan dengan selalu membuang sampah pada tempatnya.

Sebelum aksi palang jalan itu diakhiri, puluhan anak-anak, pemuda dan orang tua menduduki badan jalan.

Setelah di gelar pertemuan, masyarakat ikut membantu aparat kepolisian dan TNI untuk membersihkan batang pohon dan ranting-ranting yang ditebang untuk memalang jalan. (*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga