Sabtu, 29 April 2017

Pelindo IV dorong kemajuan perekonomian Indonesia Timur

id Pelindo IV dorong kemajuan perekonomian Indonesia Timur
Pelindo IV dorong kemajuan perekonomian Indonesia Timur
Dirut Pelindo IV Sosok Agung (kiri) sedang berbincang dengan Gubernur Papua Lukas Enembe (kanan) di Pelabuhan Jayapura, Papua, Senin (10/4) (Foto: Antara Papua/Dhias Suwandi) (Foto: Antara Papua/Dhias Suwandi)
Kita menggalakkan ekspor dari semua wilayah Indonesia Timur. Kita melihat bahwa Indonesia Timur selama ini hanya menjadi daerah pendukung bagi Jakarta, Surabaya dan Semarang
Jayapura (Antara Papua) - Direktur Utama PT Pelindo IV (Persero) Doso Agung mengungkapkan pihaknya gencar mendorong kemajuan perekonomian di kawasan Indonesia Timur agar pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia bisa diwujudkan.

"Kita menggalakkan ekspor dari semua wilayah Indonesia Timur. Kita melihat bahwa Indonesia Timur selama ini hanya menjadi daerah pendukung bagi Jakarta, Surabaya dan Semarang," ujarnya di Jayapura, Senin.

Ia menjelaskan selama ini kawasan Indonesia Timur selalu dijadikan daerah produksi namun tidak menjadi pusat perdagangannya meski keuntungan tertinggi justru diperoleh oleh pihak pedagang, bukan petaninya.

"Di masa lalu pembangunan kita terpusat di Jawa, akibatnya industri tumbuh di Jawa. Di Papua, Kalimantan, Sulawesi, Ambon mengirim bahan baku ke Jawa dan diolah disana kemudian baru di ekspor," kata dia.

"Ini tentu akan merugikan daerah di Indonesia Timur. Inilah yang menyebabkan ekonomi di Indonesia Timur akan selalu tertinggal di banding kawasan barat," sambungnya.

Doso Agung menuturkan kini pihaknya berusaha mendatangkan pihak-pihak pembeli dari luar negeri dan juga angkutan yang bisa mendistribusikan produk-produk ekspor ke Indonesia Timur.

"Setidaknya ekonomi di Indonesia Timur bisa meningkat dengan menghadirkan kapal-kapal dan pebisnis untuk membina sehingga nantinya bisa melakukan ekspor langsung," ujarnya lagi.

Ia menjadikan Makassar, Sulawesi Selatan, yang bisa berkembang pesat sebagai wilayah pengekspor sebagai contoh yang bisa ditiru oleh Papua yang dianggapnya memiliki potensi sumber daya alam melimpah.

"Dulu di Makassar, kami memulai ekspor langsung hanya dengan 48 kontainer, tapi sekarang sudah 500 kontainer/minggu. Dari pengalaman itu kami sudah memiliki hubungan yang baik dengan para pembeli di luar negeri," katanya.

Dia pun memandang banyak potensi alam yang selama ini memiliki potensi namun belum dikelola dengan baik. Padahal menurutnya hal tersebut bisa menjadi pendorong roda perekonomian di Papua.

"Kami mendapatkan informasi, di sepanjang pantai Sarmi banyak terdapat pohon kelapa yang buahnya dibiarkan sampai membusuk, kan sayang potensinya terbuang. Kami akan datangkan orang yang biasa menangani ini dan kami kumpulkan petani agar ke depan bisa di ekspor," ujarnya. (*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga