Sabtu, 21 Oktober 2017

Kemenhub anggarkan Rp198 miliar bangun terminal Bandara Timika

id Kemenhub anggarkan Rp198 miliar bangun terminal Bandara Timika, Mimika, Papua
Kemenhub anggarkan Rp198 miliar bangun terminal Bandara Timika
Kadishubkominfo Kabupaten Mimika John Rettob. (Foto: Antara Papua/Jeremias Rahadat)
Untuk bangunan terminal umum, tahun ini sudah bisa selesai seluruhnya. Tapi itu belum termasuk fasilitas di dalamnya.
Timika (Antara Papua) - Kementerian Perhubungan tahun ini menganggarkan dana Rp198 miliar guna menyelesaikan pembangunan gedung terminal umum Bandara Mozes Kilangin Timika, Papua.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mimika John Rettob, mengatakan dana tersebut akan digunakan untuk menyelesaikan pembangunan gedung terminal umum seluas 21 ribu meter persegi.

Gedung terminal umum Bandara Mozes Kilangin Timika itu nantinya terdiri atas dua setengah lantai. Pembangunan gedung terminal umum tersebut di sisi selatan landas pacu Bandara Mozes Kilangin Timika dan telah dimulai pekerjaannya sejak 2015 (penimbunan dan pemasangan rangka baja).

Selain itu, dana yang bersumber dari APBN melalui Kemenhub tersebut sebagiannya akan dimanfaatkan untuk pembangunan pagar keliling dan tempat parkir kendaraan.

"Untuk bangunan terminal umum, tahun ini sudah bisa selesai seluruhnya. Tapi itu belum termasuk fasilitas di dalamnya," jelas John.

Selain dari APBN, Pemkab Mimika juga berencana membangun satu unit gedung terminal umum di Bandara Baru Mozes Kilangin Timika seluas 21 ribu meter persegi (bersebelahan dengan gedung terminal umum yang dibangun Kemenhub).

John mengatakan jika kedua bangunan tersebut diharapkan bisa selesai pada waktu bersamaan, maka dana yang dibutuhkan Pemkab Mimika sekitar Rp250 miliar untuk pekerjaan penimbunan lahan, pemasangan rangka baja hingga pekerjaan akhir (finishing).

"Kalau memang Pemda Mimika menginginkan agar gedung terminal umum berkapasitas 21 ribu meter persegi selesai bersamaan dengan gedung terminal umum yang dibangun melalui dana APBN 2017 maka Pemda Mimika harus menyiapkan anggaran sekitar Rp250 miliar," jelas John.

Jika kedua gedung terminal umum itu bisa selesai dikerjakan tahun ini, maka luas keseluruhan terminal umum pada Bandara Mozes Kilangin Timika nantinya mencapai 42 ribu meter persegi. Itu pun belum termasuk gedung terminal VIP yang sekarang sudah dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas penerbangan di Bandara Mozes Kilangin Timika.

"Kami berharap semua pekerjaan ini bisa selesai tahun 2017 dan paling lambat pada 2018 sehingga Timika siap menjadi salah satu kota penyelenggara PON ke 20 tahun 2020 di Provinsi Papua. Jika semua ini bisa tuntas, maka kami merencanakan agar peresmian semua fasilitas umum di Bandara Mozes Kilangin Timika pada 2018 akan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo," jelas John.

Beberapa waktu lalu, Kementerian Perhubungan, Pemkab Mimika dan PT Freeport Indonesia telah bersepakat untuk menyerahkan pengelolaan Bandara Mozes Kilangin Timika ke depan kepada Unit Pengelolaan Bandar Udara (UPBU) yang dibentuk oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub.

Selama ini, pengelolaan Bandara Mozes Kilangin Timika ditangani oleh PT AVCO, salah satu perusahaan kontraktor yang ditunjuk oleh PT Freeport Indonesia.

Bandara Mozes Kilangin Timika sendiri dibangun oleh PT Freeport Indonesia pada era 1970-an untuk mendukung kepentingan mobilisasi karyawan maupun suplai barang kebutuhan perusahaan.

Dalam perkembangan, seiring dengan meningkat pesatnya pembangunan di wilayah Timika, keberadaan Bandara Mozes Kilangin Timika juga mengakomodasi kepentingan publik.

Nama Bandara Mozes Kilangin Timika diambil dari nama salah satu tokoh masyarakat Suku Amungme yang berjasa membuka keterisolasian wilayah pegunungan Tembagapura dan sekitarnya yaitu almarhum Mozes Kilangin. (*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga